Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Menyambut Semana Santa dan Perayaan Paskah GMIT Tahun 2026

SEKRETARIAT

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT

3/30/20263 min read

Kupang. Pada hari Senin tanggal 30 Maret 2026 Pukul 09.00 s.d 12.00 WITA bertempat di Rupatama LT. III Polda NTT dilaksanakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Kewilayahan Semana Santa Turangga dan Perayaan Paskah GMIT Tahun 2026, yang dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Noldy Hosea Pellokila, S.Sos., M.M., CRMO dan Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat, Henderina S. Laiskodat, SP., M.Si mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur.

Rapat dipimpin Wakapolda NTT Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H dan dihadiri berbagai instansi antara lain: Kasiops Kasrem 161/WS, Asops Dankodaeral VII Kupang, Dansatpom Lanud El Tari, Hakim Adhoc Tipikor Pengadilan Tinggi Kupang, Wadandenpom IX/1 Kupang, Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Ketua MUI Provinsi NTT, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang (BMKG), Kasi Ops Siaga Basarnas Kupang, Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT dan Para PJU Polda NTT serta Stakeholder, yang dilaksanakan untuk mempertemukan berbagai pihak pemerintah daerah, aparat keamanan (TNI/Polri), tokoh agama, dan stakeholder terkait untuk mensinergikan langkah strategis serta dalam pelaksanaan Operasi Kewilayahan Semana Santa Turangga terkait pelayanan Perayaan Paskah Tahun 2026 dan memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Paskah berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan kondusif, baik prosesi Semana Santa di Larantuka maupun Perayaan Paskah GMIT di Kota Kupang dan Kabupaten lain.

Dalam rapat dipaparkan berbagai kesiapan dukungan oleh instansi terkait dan dalam arahannya, Kepala Badan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Noldy Hosea Pellokila, S.Sos., M.M. CRMO, menyampaikan bebrapa hal yang perlu menjadi perhatian yaitu:

a. Penguatan Koordinasi dan Komando Terpadu

Seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan panitia penyelenggara agar membangun koordinasi yang solid dalam satu sistem komando terpadu. Pastikan alur komunikasi berjalan cepat dan efektif.

b. Manajemen Kerumunan (Crowd Management)

Mengingat tingginya jumlah umat dan peziarah, perlu dilakukan pengaturan arus masuk dan keluar, pembatasan kapasitas pada titik-titik tertentu, serta penempatan personel di lokasi strategis untuk mencegah penumpukan massa.

c. Pengamanan Rute Prosesi Samana Santa

Rute prosesi harus dipastikan steril dan aman. Lakukan pengawasan secara ketat di sepanjang jalur prosesi, termasuk pengamanan terhadap benda-benda sakral dan peserta prosesi.

d. Pemetaan dan Antisipasi Kerawanan

Identifikasi potensi kerawanan seperti gangguan keamanan, kecelakaan, kebakaran, maupun kondisi cuaca ekstrem. Siapkan langkah mitigasi yang jelas dan terukur.

e. Pengaturan Lalu Lintas dan Transportasi

Dinas Perhubungan bersama Kepolisian agar menyiapkan rekayasa lalu lintas, area parkir, serta jalur alternatif guna menghindari kemacetan dan menjamin kelancaran mobilitas masyarakat.

f. Kesiapsiagaan Kesehatan dan Darurat

Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait agar menyiapkan pos kesehatan, ambulans, serta tenaga medis di titik-titik strategis. Pastikan respon cepat terhadap kondisi darurat.

g. Pelibatan Masyarakat dan Relawan

Libatkan unsur masyarakat, OMK, dan relawan dalam membantu pengamanan, pengaturan umat, serta pelayanan informasi. Edukasi masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan.

h. Penguatan Toleransi dan Citra Daerah

Jaga suasana kerukunan antarumat beragama. Perayaan ini harus menjadi contoh harmoni, sekaligus memperkuat citra daerah sebagai wilayah yang aman, religius, dan ramah bagi pengunjung. Keberhasilan penyelenggaraan dan pengamanan Samana Santa akan menjadi cerminan kesiapan Provinsi NTT dalam mengelola event berskala besar , agar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan humanis.